Masjid Ar-Rohmah
Perum Tridaya Indah 1, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi
Pusat ibadah, kajian, dan kegiatan umat Islam. Temukan jadwal solat, info kajian terbaru, dan galeri kegiatan masjid kami.
Dakwah
Jadwal Kajian
Kajian Kitab Dzikir & Doa Setiap 2 Bulan 1 kali
Ustadz Nandang Husni Azizi, M.Ag
📍 Masjid Ar-Rohmah
ACS "Ar-Rohmah Ceramah Subuh*
Ustadz Berganti setiap bulan
📍 Masjid Ar-Rohmah
Belajar Tahsin Jumat Malam Sabtu
Ustadz H. Aswan Khaidir
📍 Masjid Ar-Rohmah
Pekan Pertama Malam Ahad
Ustadz H. Didin Muhidin, MA
📍 Masjid Ar-Rohmah
Pekan ke Dua Malam Ahad
Ustadz H. Firmansyah, Lc Tentang Kitab Riyadushalihin
📍 Masjid Ar-Rohmah
Pekan Ke Tiga Malam Ahad
Ustadz H. Hizbullah Undu, Lc. Tentang Tafsir Al-Qur’an
📍 Masjid Ar-Rohmah
Informasi
Pengumuman & Agenda
18
May
Perbanyak Beramal Shaleh di 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah
INFO AR-ROHMAHAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Hari ini Senin 18 Mei 2026 kita memasuki 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Hari-hari yang sangat mulia di sisi Allah SWT.Bahkan para ulama menjelaskan keutamaan 10 hari awal Dzulhijjah lebih utama dibandingkan 10 hari awal Ramadhan dalam amalan siangnya.Karena di dalamnya terkumpul berbagai ibadah agung: shalat, puasa, sedekah, dzikir, haji, dan qurban.Allah SWT berfirman:“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” QS. Al-Fajr ayat 1–2.Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan bahwa “malam yang sepuluh” adalah 10 hari pertama Dzulhijjah.Rasulullah juga bersabda:“Tidak ada hari-hari yang amal shaleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu 10 hari pertama Dzulhijjah.”(HR. Bukhari)Para sahabat bertanya:“Wahai Rasulullah, bahkan lebih utama daripada jihad di jalan Allah?”Beliau menjawab:“Ya, bahkan lebih utama daripada jihad, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun.”Subhanallah…Ini menunjukkan betapa besar kesempatan pahala yang Allah buka bagi kita.Marilah kita hidupkan 10 hari awal Dzulhijjah dengan memperbanyak amal shaleh:- Memperbanyak shalat sunnah- Membaca Al-Qur’an- Berdzikir, takbir, tahmid, dan tahlil- Bersedekah membantu sesama- Berpuasa, terutama puasa Arafah- Berbakti kepada orang tua- Menjaga lisan dan akhlak- Serta menyiapkan ibadah qurban terbaikJangan sampai hari-hari mulia ini berlalu begitu saja tanpa ibadah dan taubat. Karena bisa jadi inilah kesempatan yang Allah berikan untuk menghapus dosa-dosa kita dan mengangkat derajat kita.Mari kita sambut bulan Dzulhijjah dengan hati yang bersih, semangat ibadah, dan kepedulian sosial.Semoga Allah menerima amal kita, memudahkan ibadah qurban kita, dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang bertakwa.Wallahu a’lam bish shawab.Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.DKM Ar-Rohmah
24
Apr
Shalat Jumat Khatib dan Imam Ustadz Aang Muslih, .S.Pdi
Ustadz Aang Muslih, S.Pdi Khatib dan Imam Shalat Jumat di Masjid Ar-Rohmah.
03
May
KAJIAN KITAB DZIKIR & DOA. Oleh Ustadz Nandang Husni Azizi, M.Ag
Kajian Kitab Dzikir dan doa Karangan Yazid Bin Abdul Qodir Jawas. Tentang mengobati sihir dan guna-guna menurut menurut Al-Qurán dan Assunah.
24
Oct
Kajian Hadist tentang shalat Jumat
*CATATAN KAJIAN MALAM AHAD MASJID AR-ROHMAH**Penceramah: Ustadz Samit, S.Ag. Hari Sabtu, 24 Oktober 2026**1. Hujan adalah Rahmat dari Allah SWT*Alhamdulillah, kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena telah diberikan hujan. Hujan merupakan salah satu rahmat dan nikmat Allah bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Dengan turunnya hujan, tanah yang kering menjadi subur dan kebutuhan air bagi kehidupan dapat terpenuhi.Allah SWT berfirman:“Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya.”(QS. Asy-Syura: 28)Contoh dalam kehidupan sehari-hari: ketika hujan turun setelah musim kemarau, hendaknya kita bersyukur, berdoa memohon keberkahan, dan tidak mencela hujan.*2. Orang Saleh dan Orang Muslih*Orang saleh adalah orang yang berusaha memperbaiki iman, ibadah, akhlak, dan amal perbuatannya. Sementara itu, orang muslih adalah orang yang tidak hanya berusaha menjadi baik bagi dirinya sendiri, tetapi juga berupaya mengajak dan membantu orang lain menuju kebaikan.Dengan demikian, seorang Muslim hendaknya berusaha menjadi pribadi yang saleh sekaligus membawa manfaat bagi orang lain.Allah SWT berfirman:“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.”(QS. Ali 'Imran: 104)*3. Ketika Salat Jumat, Jamaah Berdesak-desakan*Diriwayatkan dalam pembahasan mengenai salat Jumat, terdapat keterangan tentang anjuran memenuhi saf ketika masjid penuh. Riwayat Imam Ahmad dan Al-Baihaqi serta penyampaian Umar bin Khattab r.a. mengenai pembangunan masjid pada masa Rasulullah SAW bersama kaum Muhajirin dan Ansar. Memenuhi saf merupakan bagian dari menjaga keteraturan salat berjamaah.Rasulullah SAW bersabda:“Luruskanlah saf-saf kalian, karena sesungguhnya meluruskan saf termasuk kesempurnaan salat.”(HR. Bukhari dan Muslim)Pengurus masjid dapat mengingatkan jamaah agar mengisi saf bagian depan yang masih kosong, merapatkan saf dengan tertib, dan mengikuti arahan petugas tanpa saling mendorong.Khatib atau petugas masjid boleh mengingatkan jamaah agar mengisi saf yang masih kosong dan menjaga keteraturan.*4. Salat Sunah Sebelum dan Sesudah Salat Jumat*Salat sunah qabliyah dan ba'diyah Jumat berdasarkan keterangan Ibnu Umar r.a. dan Ibnu Qayyim rahimahullah.*A. Salat sunah sebelum Jumat*Perlu dipahami bahwa para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai salat sunah khusus qabliyah Jumat. Tidak ada kesepakatan bahwa terdapat salat rawatib qabliyah Jumat dengan jumlah rakaat tertentu seperti rawatib Zuhur.Akan tetapi, orang yang datang lebih awal ke masjid dianjurkan melaksanakan salat sunah sebelum khatib naik ke mimbar, sesuai tuntunan hadis.Rasulullah SAW bersabda:“Kemudian ia salat sesuai dengan apa yang telah ditetapkan baginya.”(HR. Bukhari dan Muslim)Dengan demikian, apabila seseorang datang ke masjid sebelum khutbah dimulai, ia dapat melaksanakan salat sunah dua rakaat atau lebih sesuai kemampuannya.*B. Salat sunah sesudah Jumat*Dari Ibnu Umar r.a., Rasulullah SAW biasa melaksanakan salat dua rakaat setelah salat Jumat di rumahnya. (HR. Bukhari dan Muslim)Sementara itu, terdapat hadis dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda:“Apabila salah seorang di antara kalian telah selesai salat Jumat, hendaklah ia salat empat rakaat setelahnya.”(HR. Muslim)Berdasarkan kedua keterangan tersebut, terdapat tuntunan salat setelah Jumat sebanyak dua rakaat di rumah atau empat rakaat berdasarkan hadis lainnya.Contoh dalam kehidupan sehari-hari: setelah selesai salat Jumat, jamaah yang memungkinkan dapat melaksanakan salat sunah dua rakaat di rumah. Jika melaksanakan salat sunah di masjid, terdapat tuntunan empat rakaat. Hendaknya perbedaan praktik ini disikapi dengan saling menghormati.*5. Pelaksanaan Salat Jumat di Lingkungan Perusahaan*Dalam catatan kajian disampaikan persoalan pelaksanaan salat Jumat di lingkungan perusahaan. Waktu istirahat perusahaan terkadang ditetapkan pada pukul 12.00, sedangkan waktu masuk Zuhur dapat berubah mengikuti pergerakan matahari sepanjang tahun.Hal ini perlu menjadi perhatian karena salat Jumat dilaksanakan pada waktu Zuhur, bukan semata-mata berdasarkan jadwal istirahat perusahaan.Allah SWT berfirman:“Apabila diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.”(QS. Al-Jumu'ah: 9)Ayat ini mengingatkan umat Islam agar memenuhi panggilan salat Jumat dan tidak mendahulukan urusan pekerjaan atau perdagangan.Hal yang perlu diperhatikan:* Pengurus masjid dan pihak perusahaan perlu memastikan waktu pelaksanaan salat Jumat sesuai dengan masuknya waktu Zuhur.* Jadwal istirahat dapat dikoordinasikan agar pekerja Muslim memiliki kesempatan melaksanakan salat Jumat dengan tenang.* Jangan menetapkan waktu salat Jumat hanya berdasarkan kebiasaan pukul 12.00 tanpa memperhatikan waktu Zuhur yang berlaku.* Apabila ada kendala operasional perusahaan, perlu dicari solusi melalui koordinasi yang baik dengan pengelola masjid dan pihak terkait.*6. Sejarah Adzan Jumat Pertama dan Kedua*Pada masa Khalifah Utsman bin Affan r.a., jumlah umat Islam semakin banyak sehingga diperlukan pemberitahuan lebih awal kepada masyarakat mengenai pelaksanaan salat Jumat.Pada masa Rasulullah SAW, Abu Bakar r.a., dan Umar bin Khattab r.a., panggilan salat Jumat dilakukan ketika imam telah duduk di mimbar, kemudian khutbah disampaikan dan salat dilaksanakan.Ketika jumlah penduduk semakin bertambah pada masa Khalifah Utsman bin Affan r.a., beliau menambahkan panggilan adzan sebelum adzan yang disampaikan ketika imam duduk di mimbar. Tujuannya agar masyarakat yang masih berada di pasar atau rumah mengetahui bahwa salat Jumat akan segera dilaksanakan.*Hikmah dari Adzan Jumat** Adzan pertama menjadi pemberitahuan agar jamaah segera bersiap dan menuju masjid.* Adzan ketika khatib duduk di mimbar menjadi tanda dimulainya rangkaian khutbah Jumat.* Penyesuaian teknis untuk mengatur kedatangan jamaah hendaknya tetap memperhatikan tuntunan syariat.*Kesimpulan Kajian*Ada beberapa pelajaran penting yang dapat kita amalkan:* Bersyukur atas nikmat Allah, termasuk turunnya hujan yang membawa rahmat bagi kehidupan.* Menjadi pribadi yang saleh sekaligus muslih, yaitu memperbaiki diri dan mengajak orang lain menuju kebaikan.* Menjaga ketertiban salat berjamaah, khususnya ketika masjid penuh, dengan memenuhi saf tanpa menyakiti jamaah lain.* Memahami tuntunan salat sunah Jumat dengan mempelajari dalil dan menghormati perbedaan pendapat para ulama.* Melaksanakan salat Jumat sesuai waktu Zuhur, bukan sekadar mengikuti jadwal istirahat.* Memahami hikmah adzan Jumat, agar jamaah dapat mempersiapkan diri dan hadir lebih awal.Semoga ilmu yang disampaikan menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki ibadah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan memakmurkan Masjid Ar-Rohmah.
17
Oct
Kajian Tafsin Qur'an
CATATAN KAJIAN MALAM AHAD AR-ROHMAHTafsir Al-Qur’an: Pilar Pendidikan Anak dalam Surah LuqmanPenceramah: Ustadz Hizbullah Undu, Lc. Hari Sabtu, 17 Oktober 2026 di Masjid Ar-Rohmah1. Pendidikan Anak Bukan Hanya untuk Dunia, tetapi Juga untuk AkhiratPada zaman sekarang, banyak konsep pendidikan yang berkembang, termasuk yang berasal dari Barat.Pendidikan memang penting untuk meraih ilmu, keterampilan, dan keberhasilan dunia. Namun, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada ijazah atau sertifikat. Yang lebih penting adalah membentuk anak menjadi manusia beriman, berakhlak mulia, dan taat kepada Allah SWT, sehingga kelak memperoleh keselamatan dunia dan akhirat.Anak lahir dalam keadaan fitrah. Orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk mendidik, membimbing, dan menjaga anak agar tetap berada di jalan Allah hingga akhir hayatnya.Rasulullah bersabda:“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim)Pelajaran: Orang tua bukan hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan makan, pakaian, dan pendidikan formal anak, tetapi juga wajib membimbing akidah, ibadah, akhlak, serta kecintaan anak kepada Allah dan Rasul-Nya.2. Sepuluh Pilar Pendidikan Anak dalam Surah LuqmanLandasan utama kajian ini adalah QS. Luqman ayat 13 –19, yang berisi hikmah dan nasihat Luqman kepada anaknya.Ayat-ayat ini mengajarkan bahwa pendidikan anak harus dimulai dari akidah, dilanjutkan dengan ibadah, akhlak, dan hubungan baik dengan sesama manusia.Pilar 1. Menanamkan Tauhid dan Menjauhi SyirikLuqman berpesan kepada anaknya agar tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun. Tauhid berarti meyakini bahwa hanya Allah yang berhak disembah, tempat memohon pertolongan dalam perkara yang menjadi kekuasaan-Nya, dan satu-satunya Tuhan yang mengatur alam semesta.Contoh : di Makassar terdapat cerita tentang ikan lele besar yang dianggap memiliki keistimewaan atau kekuatan gaib. Kita harus berhati-hati agar tidak meyakini makhluk memiliki kekuatan gaib yang berdiri sendiri atau melakukan ritual ibadah kepada selain Allah. Menghormati makhluk tidak boleh sampai merusak akidah.Pelajaran: Ajarkan anak sejak dini untuk mengenal Allah, beribadah hanya kepada-Nya, serta tidak percaya kepada takhayul dan khurafat yang bertentangan dengan ajaran Islam.Pilar 2. Berbakti kepada Kedua Orang TuaOrang tua memiliki kedudukan yang sangat mulia. Setelah memerintahkan manusia untuk menyembah Allah, Al-Qur’an juga mengajarkan pentingnya berbuat baik kepada ayah dan ibu.Contoh : ada dua orang anak yang bertengkar karena sama-sama ingin merawat ibunya. Kisah ini menggambarkan bahwa berbakti kepada orang tua seharusnya menjadi perlombaan dalam kebaikan, bukan sumber pertengkaran.Rasulullah bersabda ketika ditanya tentang orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik:“Ibumu.” Beliau mengulanginya tiga kali, kemudian bersabda, “Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)Pelajaran: Berbakti bukan hanya dengan memberikan uang, tetapi juga melalui ucapan yang santun, perhatian, pelayanan, doa, dan kesediaan merawat orang tua ketika mereka membutuhkan bantuan.Pilar 3. Taat kepada Orang Tua dalam KebaikanKetaatan kepada orang tua harus berada di atas landasan ketaatan kepada Allah. Apabila orang tua memerintahkan kemaksiatan atau kesyirikan, perintah tersebut tidak boleh diikuti. Namun, anak tetap wajib memperlakukan mereka dengan baik.Pelajaran: Jika orang tua memerintahkan sesuatu yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat, anak hendaknya patuh. Jika perintahnya bertentangan dengan agama, tolaklah dengan sopan dan tetap jaga hubungan baik.Pilar 4. Mengikuti Orang-Orang Saleh dan Bertobat kepada AllahLuqman mengajarkan pentingnya membimbing anak agar mengikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Allah, menaati perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.Pelajaran: Orang tua perlu memperhatikan lingkungan pergaulan anak. Dekatkan anak dengan orang-orang saleh, guru yang baik, majelis ilmu, dan organisasi yang mengajak kepada kebaikan. Anak juga perlu diajarkan bahwa manusia bisa melakukan kesalahan, tetapi hendaknya segera bertobat dan memperbaiki diri.Pilar 5. Menanamkan Kesadaran bahwa Allah Selalu MengawasiOrang tua perlu menanamkan keyakinan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, baik yang dilakukan secara terang-terangan maupun tersembunyi. Kesadaran ini akan membantu anak menjaga dirinya meskipun tidak sedang diawasi orang tua.Contoh : Kisah Nabi Yusuf AS ketika digoda oleh Zulaikha, sebagaimana sering disebut dalam kisah-kisah tafsir. Nabi Yusuf menolak ajakan berbuat maksiat dan memilih menaati Allah. Al-Qur’an menjelaskan bahwa beliau memohon perlindungan Allah dan menjauhkan diri dari perbuatan keji.Pelajaran: Ajarkan anak untuk jujur bukan hanya karena takut dimarahi orang tua atau dihukum guru, melainkan karena menyadari bahwa Allah selalu mengetahui perbuatannya. Kesadaran ini penting ketika anak menggunakan internet, bermain di luar rumah, maupun bergaul dengan teman.Pilar 6. Membiasakan Anak Mendirikan SalatLuqman menasihati anaknya agar mendirikan salat. Salat merupakan kewajiban utama seorang Muslim dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.Rasulullah bersabda:“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan salat ketika mereka berumur tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud)Pelajaran: Orang tua hendaknya menjadi teladan dengan salat tepat waktu, mengajak anak salat berjamaah di masjid, dan membiasakan mereka belajar tata cara serta bacaan salat dengan benar. Pendidikan salat perlu dilakukan dengan kesabaran, keteladanan, dan kasih sayang.Pilar 7. Mengajarkan Amar Makruf dan Nahi MungkarAmar makruf berarti mengajak kepada kebaikan, sedangkan nahi mungkar berarti mencegah kemungkaran dengan cara yang benar dan sesuai kemampuan.Contoh: Orang tua dapat mengarahkan anak mengikuti kegiatan atau organisasi yang memiliki tujuan baik, seperti kegiatan masjid, pendidikan Al-Qur’an, bakti sosial, dan aktivitas kemasyarakatan yang bermanfaat.Pelajaran: Anak harus dibiasakan mengajak teman melakukan kebaikan, tidak ikut menyontek, tidak melakukan perundungan, serta berani mengingatkan teman dengan santun. Mencegah kemungkaran harus dilakukan dengan ilmu, hikmah, dan tidak menimbulkan kemungkaran yang lebih besar.Pilar 8. Mengajarkan Kesabaran Menghadapi UjianKehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Setiap manusia dapat mengalami kesulitan, sakit, kehilangan, kegagalan, atau perlakuan yang tidak menyenangkan. Luqman mengajarkan anaknya untuk bersabar ketika menghadapi ujian.Pelajaran: Ajarkan anak untuk tidak mudah menyerah ketika gagal, tidak berputus asa ketika menghadapi masalah, dan tetap berdoa serta berusaha. Sabar bukan berarti diam tanpa ikhtiar, melainkan tetap melakukan kebaikan meskipun sedang menghadapi kesulitan.Pilar 9. Menanamkan Sikap Rendah Hati dan Memilih Pergaulan yang BaikLuqman melarang anaknya bersikap sombong. Anak perlu memahami bahwa kelebihan ilmu, kekayaan, jabatan, kecantikan, maupun prestasi bukan alasan untuk merendahkan orang lain.Pelajaran: Biasakan anak berteman dengan siapa saja secara baik, menghormati guru dan orang yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, serta memilih teman yang mendorongnya berbuat baik. Anak yang rajin salat dan berakhlak baik dapat menjadi teman yang membantu menjaga perilaku kita.Pilar 10. Mengajarkan Adab Berjalan dan BerbicaraLuqman menasihati anaknya agar tidak berjalan dengan sombong dan tidak meninggikan suara tanpa keperluan. Cara berjalan dan berbicara mencerminkan akhlak seseorang.Orang tua hendaknya memberi contoh melalui perkataan dan perilaku sehari-hari karena anak banyak belajar dari apa yang dilihat dan didengarnya.3. Kesimpulan KajianSurah Luqman ayat 12–19 memberikan pedoman yang sangat lengkap tentang pendidikan anak dalam Islam.Pendidikan dimulai dengan menanamkan tauhid, mengajarkan syukur, berbakti kepada orang tua, membiasakan salat, serta membangun kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi.Selanjutnya, anak dibimbing agar mencintai kebaikan, bersabar, rendah hati, memilih pergaulan yang baik, dan menjaga adab ketika berjalan maupun berbicara.Pesan utama kajian:Keberhasilan pendidikan bukan semata-mata diukur dari tingginya ijazah, pekerjaan, atau kekayaan yang diperoleh anak, tetapi juga dari keimanan, ibadah, akhlak, dan manfaatnya bagi sesama.Orang tua hendaknya tidak hanya menyuruh anak menjadi saleh, tetapi juga memberikan teladan, mendoakan, mendampingi, dan membimbingnya dengan kasih sayang.Semoga Allah SWT menjadikan anak-anak kita generasi yang bertauhid, rajin beribadah, berbakti kepada orang tua, berakhlak mulia, serta menjadi penyejuk hati dan pemberat timbangan amal kebaikan bagi keluarganya.DKM Ar-Rohmah
Transparansi
Informasi Keuangan
Saldo Kas DKM
Rp 2.368.403
Kegiatan
Program Masjid
SOP Kultum Subuh Bagi Jamaah Masjid Ar-Rohmah
Ar-Rohmah Ceramah Subuh (ACS) Oleh Ustadz Nandang Husni Azizi, M.Ag. Ahad, 3 Mei 2026 pk. 04.30
Panitia Idul Adha 1447 H. PATUNGAN QURBAN SAPI RP. 3.200.000 / Orang
TAHSIN QUR’AN setiap jumat malam bada Isya pekan ke-1
Dokumentasi
Galeri Masjid
Sedekah Jariyah
Infaq & Donasi
Mari berkontribusi dalam kemakmuran Masjid Ar-Rohmah. Setiap infaq dan sedekah Anda sangat berarti.
Transfer Bank
Bank Jabar Banten Syariah
Nomor Rekening
5300 2018 49173
a.n. Masjid Ar-Rohmah
Mohon konfirmasi setelah transfer melalui pengurus masjid
Scan QRIS
Semua aplikasi e-wallet & mobile banking
NMID: ID2024347025965 • Masjid Ar-Rohmah
Jadwal Harian
Jadwal Solat Hari Ini
Memuat jadwal...
Solat Berikutnya
—
--:--:--
Subuh
--:--
Syuruq
--:--
Dzuhur
--:--
Ashar
--:--
Maghrib
--:--
Isya
--:--
Data dari Aladhan API • Metode: Kementerian Agama RI • Lokasi: Tambun Selatan, Bekasi
💬 Punya Saran atau Masukan?
Sampaikan aspirasi Anda untuk kemajuan Masjid Ar-Rohmah. Kami siap mendengarkan.