← Kembali ke Pengumuman
📢 Pengumuman

Kajian Tafsin Qur'an

Dipublikasikan 24 October 2026 14:39 WIB Agenda: 17 October 2026 18:00 WIB

CATATAN KAJIAN MALAM AHAD AR-ROHMAH

Tafsir Al-Qur’an: Pilar Pendidikan Anak dalam Surah Luqman

Penceramah: Ustadz Hizbullah Undu, Lc. Hari Sabtu, 17 Oktober 2026 di Masjid Ar-Rohmah

1. Pendidikan Anak Bukan Hanya untuk Dunia, tetapi Juga untuk Akhirat

Pada zaman sekarang, banyak konsep pendidikan yang berkembang, termasuk yang berasal dari Barat.

Pendidikan memang penting untuk meraih ilmu, keterampilan, dan keberhasilan dunia. Namun, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada ijazah atau sertifikat. Yang lebih penting adalah membentuk anak menjadi manusia beriman, berakhlak mulia, dan taat kepada Allah SWT, sehingga kelak memperoleh keselamatan dunia dan akhirat.

Anak lahir dalam keadaan fitrah. Orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk mendidik, membimbing, dan menjaga anak agar tetap berada di jalan Allah hingga akhir hayatnya.

Rasulullah bersabda:

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pelajaran: Orang tua bukan hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan makan, pakaian, dan pendidikan formal anak, tetapi juga wajib membimbing akidah, ibadah, akhlak, serta kecintaan anak kepada Allah dan Rasul-Nya.

2. Sepuluh Pilar Pendidikan Anak dalam Surah Luqman

Landasan utama kajian ini adalah QS. Luqman ayat 13 –19, yang berisi hikmah dan nasihat Luqman kepada anaknya.

Ayat-ayat ini mengajarkan bahwa pendidikan anak harus dimulai dari akidah, dilanjutkan dengan ibadah, akhlak, dan hubungan baik dengan sesama manusia.

Pilar 1. Menanamkan Tauhid dan Menjauhi Syirik

Luqman berpesan kepada anaknya agar tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun. Tauhid berarti meyakini bahwa hanya Allah yang berhak disembah, tempat memohon pertolongan dalam perkara yang menjadi kekuasaan-Nya, dan satu-satunya Tuhan yang mengatur alam semesta.

Contoh : di Makassar terdapat cerita tentang ikan lele besar yang dianggap memiliki keistimewaan atau kekuatan gaib. Kita harus berhati-hati agar tidak meyakini makhluk memiliki kekuatan gaib yang berdiri sendiri atau melakukan ritual ibadah kepada selain Allah. Menghormati makhluk tidak boleh sampai merusak akidah.

Pelajaran: Ajarkan anak sejak dini untuk mengenal Allah, beribadah hanya kepada-Nya, serta tidak percaya kepada takhayul dan khurafat yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Pilar 2. Berbakti kepada Kedua Orang Tua

Orang tua memiliki kedudukan yang sangat mulia. Setelah memerintahkan manusia untuk menyembah Allah, Al-Qur’an juga mengajarkan pentingnya berbuat baik kepada ayah dan ibu.

Contoh : ada dua orang anak yang bertengkar karena sama-sama ingin merawat ibunya. Kisah ini menggambarkan bahwa berbakti kepada orang tua seharusnya menjadi perlombaan dalam kebaikan, bukan sumber pertengkaran.

Rasulullah bersabda ketika ditanya tentang orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik:

“Ibumu.” Beliau mengulanginya tiga kali, kemudian bersabda, “Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pelajaran: Berbakti bukan hanya dengan memberikan uang, tetapi juga melalui ucapan yang santun, perhatian, pelayanan, doa, dan kesediaan merawat orang tua ketika mereka membutuhkan bantuan.

Pilar 3. Taat kepada Orang Tua dalam Kebaikan

Ketaatan kepada orang tua harus berada di atas landasan ketaatan kepada Allah. Apabila orang tua memerintahkan kemaksiatan atau kesyirikan, perintah tersebut tidak boleh diikuti. Namun, anak tetap wajib memperlakukan mereka dengan baik.

Pelajaran: Jika orang tua memerintahkan sesuatu yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat, anak hendaknya patuh. Jika perintahnya bertentangan dengan agama, tolaklah dengan sopan dan tetap jaga hubungan baik.

Pilar 4. Mengikuti Orang-Orang Saleh dan Bertobat kepada Allah

Luqman mengajarkan pentingnya membimbing anak agar mengikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Allah, menaati perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.

Pelajaran: Orang tua perlu memperhatikan lingkungan pergaulan anak. Dekatkan anak dengan orang-orang saleh, guru yang baik, majelis ilmu, dan organisasi yang mengajak kepada kebaikan. Anak juga perlu diajarkan bahwa manusia bisa melakukan kesalahan, tetapi hendaknya segera bertobat dan memperbaiki diri.

Pilar 5. Menanamkan Kesadaran bahwa Allah Selalu Mengawasi

Orang tua perlu menanamkan keyakinan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, baik yang dilakukan secara terang-terangan maupun tersembunyi. Kesadaran ini akan membantu anak menjaga dirinya meskipun tidak sedang diawasi orang tua.

Contoh : Kisah Nabi Yusuf AS ketika digoda oleh Zulaikha, sebagaimana sering disebut dalam kisah-kisah tafsir. Nabi Yusuf menolak ajakan berbuat maksiat dan memilih menaati Allah. Al-Qur’an menjelaskan bahwa beliau memohon perlindungan Allah dan menjauhkan diri dari perbuatan keji.

Pelajaran: Ajarkan anak untuk jujur bukan hanya karena takut dimarahi orang tua atau dihukum guru, melainkan karena menyadari bahwa Allah selalu mengetahui perbuatannya. Kesadaran ini penting ketika anak menggunakan internet, bermain di luar rumah, maupun bergaul dengan teman.

Pilar 6. Membiasakan Anak Mendirikan Salat

Luqman menasihati anaknya agar mendirikan salat. Salat merupakan kewajiban utama seorang Muslim dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Rasulullah bersabda:

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan salat ketika mereka berumur tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud)

Pelajaran: Orang tua hendaknya menjadi teladan dengan salat tepat waktu, mengajak anak salat berjamaah di masjid, dan membiasakan mereka belajar tata cara serta bacaan salat dengan benar. Pendidikan salat perlu dilakukan dengan kesabaran, keteladanan, dan kasih sayang.

Pilar 7. Mengajarkan Amar Makruf dan Nahi Mungkar

Amar makruf berarti mengajak kepada kebaikan, sedangkan nahi mungkar berarti mencegah kemungkaran dengan cara yang benar dan sesuai kemampuan.

Contoh: Orang tua dapat mengarahkan anak mengikuti kegiatan atau organisasi yang memiliki tujuan baik, seperti kegiatan masjid, pendidikan Al-Qur’an, bakti sosial, dan aktivitas kemasyarakatan yang bermanfaat.

Pelajaran: Anak harus dibiasakan mengajak teman melakukan kebaikan, tidak ikut menyontek, tidak melakukan perundungan, serta berani mengingatkan teman dengan santun. Mencegah kemungkaran harus dilakukan dengan ilmu, hikmah, dan tidak menimbulkan kemungkaran yang lebih besar.

Pilar 8. Mengajarkan Kesabaran Menghadapi Ujian

Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Setiap manusia dapat mengalami kesulitan, sakit, kehilangan, kegagalan, atau perlakuan yang tidak menyenangkan. Luqman mengajarkan anaknya untuk bersabar ketika menghadapi ujian.

Pelajaran: Ajarkan anak untuk tidak mudah menyerah ketika gagal, tidak berputus asa ketika menghadapi masalah, dan tetap berdoa serta berusaha. Sabar bukan berarti diam tanpa ikhtiar, melainkan tetap melakukan kebaikan meskipun sedang menghadapi kesulitan.

Pilar 9. Menanamkan Sikap Rendah Hati dan Memilih Pergaulan yang Baik

Luqman melarang anaknya bersikap sombong. Anak perlu memahami bahwa kelebihan ilmu, kekayaan, jabatan, kecantikan, maupun prestasi bukan alasan untuk merendahkan orang lain.

Pelajaran: Biasakan anak berteman dengan siapa saja secara baik, menghormati guru dan orang yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, serta memilih teman yang mendorongnya berbuat baik. Anak yang rajin salat dan berakhlak baik dapat menjadi teman yang membantu menjaga perilaku kita.

Pilar 10. Mengajarkan Adab Berjalan dan Berbicara

Luqman menasihati anaknya agar tidak berjalan dengan sombong dan tidak meninggikan suara tanpa keperluan. Cara berjalan dan berbicara mencerminkan akhlak seseorang.

Orang tua hendaknya memberi contoh melalui perkataan dan perilaku sehari-hari karena anak banyak belajar dari apa yang dilihat dan didengarnya.

3. Kesimpulan Kajian

Surah Luqman ayat 12–19 memberikan pedoman yang sangat lengkap tentang pendidikan anak dalam Islam.

Pendidikan dimulai dengan menanamkan tauhid, mengajarkan syukur, berbakti kepada orang tua, membiasakan salat, serta membangun kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi.

Selanjutnya, anak dibimbing agar mencintai kebaikan, bersabar, rendah hati, memilih pergaulan yang baik, dan menjaga adab ketika berjalan maupun berbicara.

Pesan utama kajian:

Keberhasilan pendidikan bukan semata-mata diukur dari tingginya ijazah, pekerjaan, atau kekayaan yang diperoleh anak, tetapi juga dari keimanan, ibadah, akhlak, dan manfaatnya bagi sesama.

Orang tua hendaknya tidak hanya menyuruh anak menjadi saleh, tetapi juga memberikan teladan, mendoakan, mendampingi, dan membimbingnya dengan kasih sayang.

Semoga Allah SWT menjadikan anak-anak kita generasi yang bertauhid, rajin beribadah, berbakti kepada orang tua, berakhlak mulia, serta menjadi penyejuk hati dan pemberat timbangan amal kebaikan bagi keluarganya.

DKM Ar-Rohmah

Lainnya

Pengumuman Terkait

Lihat Semua →
Pengumuman

Perbanyak Beramal Shaleh di 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah

INFO AR-ROHMAHAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Hari ini Senin 18 Mei 2026 kita memasuki 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Hari-hari yang sangat mulia di sisi Allah SWT.Bahkan para ulama menjelaskan keutamaan 10 hari awal Dzulhijjah lebih utama dibandingkan 10 hari awal Ramadhan dalam amalan siangnya.Karena di dalamnya terkumpul berbagai ibadah agung: shalat, puasa, sedekah, dzikir, haji, dan qurban.Allah SWT berfirman:“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” QS. Al-Fajr ayat 1–2.Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan bahwa “malam yang sepuluh” adalah 10 hari pertama Dzulhijjah.Rasulullah juga bersabda:“Tidak ada hari-hari yang amal shaleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu 10 hari pertama Dzulhijjah.”(HR. Bukhari)Para sahabat bertanya:“Wahai Rasulullah, bahkan lebih utama daripada jihad di jalan Allah?”Beliau menjawab:“Ya, bahkan lebih utama daripada jihad, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun.”Subhanallah…Ini menunjukkan betapa besar kesempatan pahala yang Allah buka bagi kita.Marilah kita hidupkan 10 hari awal Dzulhijjah dengan memperbanyak amal shaleh:- Memperbanyak shalat sunnah- Membaca Al-Qur’an- Berdzikir, takbir, tahmid, dan tahlil- Bersedekah membantu sesama- Berpuasa, terutama puasa Arafah- Berbakti kepada orang tua- Menjaga lisan dan akhlak- Serta menyiapkan ibadah qurban terbaikJangan sampai hari-hari mulia ini berlalu begitu saja tanpa ibadah dan taubat. Karena bisa jadi inilah kesempatan yang Allah berikan untuk menghapus dosa-dosa kita dan mengangkat derajat kita.Mari kita sambut bulan Dzulhijjah dengan hati yang bersih, semangat ibadah, dan kepedulian sosial.Semoga Allah menerima amal kita, memudahkan ibadah qurban kita, dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang bertakwa.Wallahu a’lam bish shawab.Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.DKM Ar-Rohmah

Pengumuman

Shalat Jumat Khatib dan Imam Ustadz Aang Muslih, .S.Pdi

Ustadz Aang Muslih, S.Pdi Khatib dan Imam Shalat Jumat di Masjid Ar-Rohmah.

Pengumuman

KAJIAN KITAB DZIKIR & DOA. Oleh Ustadz Nandang Husni Azizi, M.Ag

Kajian Kitab Dzikir dan doa Karangan Yazid Bin Abdul Qodir Jawas. Tentang mengobati sihir dan guna-guna menurut menurut Al-Qurán dan Assunah.